Mendeteksi Dinar Palsu

Sufyan al Jawi – Numismatik Indonesia
Beredarnya kembali dinar emas dan dirham perak merupakan salah satu tanda kebangkitan Islam, melalui jalur yang haq dengan hadirnya amirat-amirat. Perlu kita waspadai kemungkinan pemalsuan koin-koin tersebut.

Pemalsuan koin dinar emas dan dirham perak pada zaman dahulu lazimnya dilakukan oleh orang Yahudi dan orang Zindiq, untuk mengeruk keuntungan dengan cara bathil, yang oleh ulama Salaf disebut dinar-dirham magsyusah. Kini pemalsuan bisa dilakukan oleh siapa saja, yang berniat menipu dengan menggunakan teknologi terkini.

Dinar dirham yang beredar di Indonesia dan di penjuru dunia mengikuti standar WITO. Dinar adalah emas 91,7% dengan berat 4,25 gram dan diameter 23 mm, dan dirham adalah perak 99,9% dengan berat 2,975 gram dan diameter 25 mm. Koin dinar emas dan dirham perak yang diedarkan di Indonesia, dicetak dan dipesan oleh Islamic Mint yang saat ini otoritasnya berada di bawah Amirat Indonesia. Saat ini distribusinya dilaksanakan oleh Wakala Induk Nusantara (WIN), sesudah koin secara amanah ditimbang dan di uji kadar ulang di laboratorium di bawah pengawasan seorang Amir. Maka dinar emas dan dirham perak yang tidak diawasi secara syar’i diperlakukan sebagai barang perhiasan, atau disebut medal, dan boleh ditolak oleh muhtasib di pasar.

Untuk mengetahui keaslian koin kita dengan mudah kita dapat mendeteksinya melalui beberapa tahap sebagai berikut:

  1. Melihat relief koin dengan kaca pembesar, Luv 10x. Cetakan koin yang asli dibuat secara tempa (struck) sehingga hasilnya sangat jelas timbul. Sedangkan koin palsu dibuat pada umumnya dengan cara dicor (casted) maka hasil yang didapat kurang timbul, bahkan blobor. Pada koin palsu sering kali nampak lubang-lubang kecil bekas gelembung udara, yang disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna. Kalaupun dibuat dengan meniru koin asli yang dipindai ulang, dan ditempa, jelas akan terlihat spektrum relief yang tinggi rendahnya berbeda dengan aslinya. Karena pada proses stamping digunakan matris yang tidak sah yang dibuat oleh si penipu. Hasil karya tiap coinage engraver berbeda-beda, dan mempunyai ciri khas seperti halnya pelukis di atas kanpas.
  2. Perhatikan mint mark atau tanda cetak pada koin dengan luv 10x. Sebab setiap stamping yang terlalu sering, matris menjadi cepat tumpul dan harus diganti agar menghasilkan koin yang berkualitas. Biasanya tiap regenerasi minting, mint master memberikan ciri-ciri khusus agar koin buatannya tidak mudah dipalsukan. Biasanya berupa inisial, gambar tersamar atau kode.
  3. Perhatikan gerigi tepi koin. Ada bermacam-macam gerigi tepi koin yaitu: bergerigi lurus (reeded edge), bergerigi miring (milled edge atau oblique edge), berbentuk tulisan (lettering), baik yang berbentuk tulisan timbul (raise lettering) maupun yang berbentuk tulisan dalam (intaglio lettering), atau berbentuk rantai (chain edge). Luv dapat anda beli di toko buku, toko numismatik, atau toko alat-alat emas.
  4. Mengukur diameter koin dengan sigmat atau lubang pengukur koin. Apabila mengukur dengan sigmat, maka harus dilakukan lebih hati-hati karena dapat merusak koin – tergores. Yang lebih aman dan praktis dengan lubang pengukur. Lubang pengukur koin dapat dibeli di toko numismatik.
  5. Menimbang dengan timbangan emas. Standar berat koin asli sangat berbeda dengan berat koin palsu. Sebagai contoh: koin perak zaman Belanda 1 gulden beratnya 10 gram, maka bila ditemukan berat yang menyimpang, misalnya 10,12 gram sudah jelas koin ini palsu. Atau bila ditemukan berat 9,85 gram juga bisa dianggap palsu, meskipun terjadi pada koin asli yang dikikis dengan sengaja. Karena dalam kondisi wajar, koin emas-perak dengan diameter 23-27 mm, yang berpindah tangan sampai 1000x tidak akan kehilangan beratnya. Bahkan bertambah berat dengan timbunan garam keringat yang menempel pada koin, tetapi bobotnya bertambah tidak melebihi 0,05 gram. Bila dicuci dengan pasta gigi atau larutan asam yang diperbolehkan, beratnya akan kembali normal. Kalaupun koin tergesek dengan koin lainnya di kantong yang berguncang, secara wajar sampai 120x akan kehilangan beratnya 0,01 gram, maka apabila koin telah kehilangan beratnya 0,08 gram dianggap sebagai koin lancung.
  6. Menguji berat jenis, yaitu dengan uji timbang kering dan timbang basah. Apabila anda tidak memiliki peralatannya cukup dibawa ke laboratorium di Wakala Induk Nusantara (WIN), Wakala IMN (Bandung) atau Wakala Ribat (Jakarta), atau ke tempat lain yang dapat dipercaya.

sumber: http://wakalanusantara.com/detilurl/Mendeteksi.Dinar.Palsu/65

About these ads

5 Comments

  1. November 4, 2009 at 2:21 am

    Semoga Perkembangan dinar emas semakin baik digunakan dalam kehidupan…

  2. husayn said,

    December 6, 2009 at 7:51 am

    01.12.2009 Keunggulan Koin Emas Menarik Perhatian Pemerintah Amerika

    Terjual Habis

    Koin-koin American Eagle dinyatakan telah terjual habis dan sementara ini belum siap edar kembali dikarenakan permintaan yang kuat. Pesan ini mungkin terdengar bertentangan namun inilah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh US Mint yang memberhentikan secara keseluruhan penjualan koin-koin emasnya. Pada bulan November, diperkirakan sejumlah 124,000 ounce koin Gold Eagle ( 1 troy ounce emas adalah 31,103 gram ) telah terjual. Menurut seorang tokoh resminya, sejumlah 115,500 ounce telah terjual pada bulan Oktober dan September.

    Ironisnya , di negeri kelahiran kapitalisme yang mengklaim berada dibawah pengaruh hukum penawaran dan permintaan, cadangannya sama sekali tidak tersedia, paling tidak terkait koin emas. Dalam pernyataan resminya, Mint (pabrik percetakan koin)pemerintah Amerika menyatakan bahwa mereka tidak dapat lagi menyediakan suplai karena permintaan yang terlalu tinggi. Alasannya: terkait kenaikan harga emas dalam beberapa minggu terakhir akibat diborong oleh para pembeli yang tidak dapat mereka hindarkan. Persediaan diperkirakan telah habis terkuras.

    “Terkait permintaan koin American Eagle yang tidak diperkirakan sebelumnya, cadangan emas telah habis. Dengan demikian sementara ini kami memberhentikan penjualan koin-koin ini” demikian menurut memorandum yang disampaikan oleh US Mint kepada para penyalurnya. Proses ini juga tidak sepi dari lelucon di mata orang dalamnya, tidak lagi menanyakan apakah mereka masih akan mencetak koin negara, lebih dari itu, tampaknya mereka tidak lagi berkeinginan untuk kembali mencetak dan mengedarkan koin-koin emas lagi.Beberapa saat sebelumnya, percetakan negara membantah penghentian produksi dikarenakan pemborongan masal produk oleh pembeli karena harga emas sempat turun tajam. Saat ini dinyatakan secara resmi bahwa produksi terhenti sama sekali karena harga emas yang sangat tinggi. Alasan ini tampak sangat konyol. Masih menurut orang dalam, sangat terlihat jelas bahwa US Mint ingin agar rakyat Amerika kehilangan peluang untuk mendapatkan koin-koin emas.

    Koin-koin American Eagle bagi setiap warga negara Amerika adalah perlambang kekuatan daya beli. Setiap orang mengetahui koin ini. Tidak seperti yang terjadi di Eropa, di dalam negeri Amerika koin emas asing relatif tidak dikenal karena percetakan negara selalu menutupi segala yang diperlukan. Karena percetakan negara hanya menghentikan penjualannya, bukan pencetakannya,yang menjadi pertanyaan adalah kemana perginya koin-koin yang diproduksi pergi? Tampaknya, US Mint ingin secara resmi melakukan penjualan kembali pada pertengahan . Namun akan melahirkan pertanyaan baru lainnya: untuk berapa lama?

  3. husayn said,

    December 6, 2009 at 7:52 am

    bismillah,

    dalam dua bulan terakhir, rate tukar dinar telah mengalami peningkatan sebesar 6,5% sebelumnya rp. 1,450,000 saat ini rp. 1,550,000 dan terus berfluktuasi. harga emas per ounce (1 troy ounce = 31.130)mencapai $1,200. bila dilihat secara lebih universal, sistem keuangan finansial tampak semakin mengalami kerapuhan. korea utara telah men-sanering dua digit dari mata uangnya dan beberapa versi keluaran tahun tertentu tidak dianggap berlaku, sehingga banyak uang yang dipegang oleh rakyatnya hanya menjadi kertas tidak berharga.

    raksasa produsen mobil jepang, toyota, memberi peringatan awal bahwa perusahaannya kemungkinan akan mengalami kerugian akibat penguatan yen terhadap dollar, yang berkaitan akan turut berjatuhan juga industri otomotif lainnya. dollar akan segera membanjiri negara-negara berkembang, bila hal ini terjadi, seperti di indonesia, masyarakat kemungkinan akan lebih memilih dollar dibanding rupiah.sistem finansial perbankan akan mengalami guncangan, termasuk juga perbankan ’syariah’ yang tidak terlepas dari sistem ekonomi riba. saat kemelut finansial terjadi, semua orang akan terkena imbasnya, termasuk pengguna dinar emas-dirham perak, bagaimanapun yang berpijak pada pondasi yang lebih kokoh akan relatif lebih aman saat terjadi benturan finansial tadi.

    dinar emas dan dirham perak (ditambah fulus tembaga, yang saat ini belum mulai kita terapkan) tidak bisa berdiri dengan sendirinya. namun yang terjadi saat ini dinar dirham cenderung dimiliki sebagai koin investasi dan sekedar alat tabung. akibatnya pemakainya masih terjebak dalam kerangka pemikiran rate tukar & rate buyback, perbedaan harga antara koin yang didistribusikan oleh provider A B dan C, sekat-sekat distribusi dan kekakuan yang menghambat peredaran dinar-dirham untuk beredar secara luas dan luwes. contoh yang terjadi misalnya, seseorang menukar dinar di provider A kemudian akan dirupiahkan di provider C, maka rate buybacknya yang biasanya 4% untuk dinar menjadi 8, 10 atau 12. contoh lain, karena harga emas berfluktuasi tinggi, maka rate buyback yang biasanya sebesar 4% berubah menjadi 5, 6 atau 7%. kebijakan ini tentunya akan mengendurkan minat masyarakat untuk beralih pada dinar-dirham, sudah semestinya kita mempermudah dan bukan mempersulit dan merugikan masyarakat dengan dalih edukasi atau menjaga niat pengguna dari spekulasi. secara real, untuk berspekulasi dalam dinar-dirham sangat beresiko dan memakan waktu yang terlalu lama.

    untuk berspekulasi dalam emas, akan lebih mudah dan menguntungkan bila pembeli emas membeli emas batangan pecahan 100 gram keluaran pt logam mulia di toko mas (syarat: di jakarta dan membeli di toko mas, bukan di counter logam mulia) karena harga belinya yang murah (selisih rp 3000-8000 dari rate logam mulia) dan harga buyback yang tidak terlalu mahal (selisih rp 2000-3000 dari harga jual) jadi untuk menerapkan kebijakan yang memberatkan pengguna dinar-dirham sama dengan menghambat laju restorasi muamalah.

    persoalan tadi terjadi karena belum ada saluran untuk menggunakan koin nuqud (dinar emas & dirham perak) dalam terapan muamalah real. maka tahap lanjut setelah pengenalan dinar-dirham sebagai media nishab zakat dan solusi untuk meninggalkan riba uang kertas adalah pasar islam terbuka, di mana masyarakat, muslim khususnya, akan dibiasakan untuk menggunakan nuqud sebagai sarana transaksi dalam muamalah real harian. efek langsungnya adalah, pemilik nuqud tidak lagi melihat berapa rupiah rate koin nuqud saat yang bersangkutan akan membeli atau membayar suatu barang/jasa, melainkan bisa langsung dibayarkan tanpa mediasi uang kertas, maka pemilik koin tidak lagi perlu melihat berapa rupiah rate dinar-dirham saat ini kalau perlu di-kertas-kan. transaksi komoditas ke komoditas.

    saat ini, pasar islam terbuka yang sudah mulai dirintis dan berjalan adalah pasar islam jumat-sabtu di kompleks mesjid Salman ITB bandung, dengan koordinatornya bapak Thorik Gunara beliau juga mendirikan gilda (guild, paguyuban) pedagang yang menjadi cikal bakal kembalinya kafilah atau karavan dagang, insyallah. anggota yang bergabung dalam gilda pedagang Salman ini sekitar 70 orang, seluruhnya pedagang aktif dan ‘professional’ dalam artian memang kesehariannya memberi nafkah keluarganya dari berdagang. seperti sabda Rasulullah, sallallahu alayhi wa sallam, bahwa sembilan dari sepuluh pemasukan Muslimin adalah melalui perdagangan. para pedagang ini telah memahami bahwa hak-hak para pedaganglah yang telah dirampas saat ini oleh para bankir, karena semestinya pedaganglah yang mendapatkan kedudukan mulia di masyarakat sebagaimana telah disabdakan oleh Nabi, sallallahu alayhi wa sallam.

    para pedagang ini telah mulai membandrol harga dagangannya umumnya dalam dirham, berdagang dan bermuamalah dibekali dengan pengajaran fiqh (mengambil fiqh dari madzhab imam Syafi’i) dan kesan yang umumnya dirasakan saat melakukan transaksi adalah berbeda dengan pedagang-pedagang lain, ‘aura’ islamnya lebih melekat.sekat perbedaan produsen koin mulai dikikis karena semua koin dapat dipergunakan untuk ditransaksikan di dalam pasar.

    semoga Allah memberi kemenangan pada hamba-hambanya yang tulus, amin.

  4. May 26, 2012 at 12:14 am

    semoga suatu sat nanti saya bisa membuka tabungan m-dinar dan saya bisa berangkat ketanah suci jika alloh berkeknan memmanggil hambanya untuk bisa berangkat ke tanah suci maka, tak ada yg bisa menghalanginya amiin ya robbal almiin…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: